Purwokerto, Krisis air bersih masih menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT). Bagi sebagian masyarakat di wilayah tersebut, mendapatkan air tawar bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, melainkan perjuangan panjang yang telah berlangsung selama puluhan tahun, bahkan sejak generasi nenek moyang mereka (18/10).
Di tengah kondisi tersebut, LAZNAS Al Irsyad Purwokerto kembali menunjukkan kepeduliannya dengan memberangkatkan tim kemanusiaan ketiga ke Nusa Tenggara Timur. Keberangkatan ini merupakan bagian dari Misi Kemanusiaan Program Pemulihan Pascabencana, dengan fokus utama mewujudkan akses air bersih melalui pembangunan sumur air tawar bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui program ini, LAZNAS Al Irsyad Purwokerto kembali berikhtiar membangun 50 sumur air tawar yang diperuntukkan bagi masjid, pesantren, serta wilayah-wilayah yang mengalami keterbatasan akses terhadap air tawar. Program tersebut akan menjangkau sejumlah daerah di Pulau Flores, Adonara, Solor, hingga Lembata.
Bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan air tawar, kehadiran sumur bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, sumur menjadi harapan baru untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mendukung aktivitas ibadah, menunjang kegiatan pendidikan di pesantren, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Langkah ini juga merupakan kelanjutan dari upaya kemanusiaan yang telah dilakukan LAZNAS Al Irsyad pada tahun sebelumnya. Pada 2025, LAZNAS Al Irsyad berhasil membangun 24 sumur air tawar di Pulau Ende dan Kota Ende. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu masyarakat memperoleh akses air tawar setelah sekian lama menghadapi kesulitan air.
Keberhasilan pembangunan sumur di wilayah Ende menjadi pijakan untuk memperluas manfaat program ke daerah-daerah lain yang masih membutuhkan akses air bersih. Dengan menjangkau Flores, Adonara, Solor, hingga Lembata, LAZNAS Al Irsyad berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat nyata dari program kemanusiaan ini.
Program pembangunan sumur air tawar ini bukan hanya tentang menghadirkan sumber air, tetapi juga tentang menghadirkan kehidupan yang lebih baik. Air yang mengalir diharapkan mampu meringankan beban masyarakat, memberikan kemudahan bagi santri dan jamaah dalam beraktivitas, serta menumbuhkan optimisme bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan air.
Melalui keberangkatan tim ketiga ini, LAZNAS Al Irsyad Purwokerto menegaskan komitmennya untuk terus membersamai masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana dan menjawab kebutuhan dasar yang mendesak.


