LAZNAS Al-Irsyad Purwokerto

Selamat datang di LAZNAS Al-Irsyad Purwokerto  

Trauma Healing di SD Inpres Marapokot, 220 Siswa Diajak Bermain Sambil Belajar dan Terapkan PHBS

Nagekeo, 9 September 2026 — Sebanyak 220 siswa SD Inpres Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, mengikuti kegiatan trauma healing yang digelar LAZNAS Al Irsyad (9/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pendampingan psikososial bagi anak-anak setelah gempa besar yang terjadi di wilayah tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak mengikuti berbagai aktivitas yang dikemas secara menyenangkan melalui pendekatan bermain sambil belajar. Suasana kegiatan dibuat lebih ringan agar anak-anak dapat kembali merasakan keceriaan, berinteraksi dengan teman-temannya, sekaligus memperoleh pendampingan setelah mengalami situasi yang cukup berat akibat bencana.

Pendekatan bermain menjadi salah satu cara yang digunakan dalam rangkaian trauma healing. Anak-anak diberikan ruang untuk berekspresi, berkomunikasi, dan mengikuti aktivitas bersama dalam suasana yang positif. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa dapat secara perlahan membangun kembali rasa aman dan nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah.

Selain memberikan dukungan psikososial, kegiatan trauma healing juga diisi dengan ajakan untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Edukasi tersebut diberikan dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak, sehingga pesan mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan PHBS menjadi bagian penting dalam kegiatan karena kondisi setelah bencana membutuhkan perhatian terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan. Anak-anak diajak memahami kebiasaan-kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan diri, lingkungan sekitar, serta membangun pola hidup yang lebih sehat. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya memberikan penguatan secara emosional, tetapi juga membekali siswa dengan pengetahuan yang bermanfaat.

Kehadiran tim LAZNAS Al Irsyad dalam kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Yoris, salah satu wali kelas yang turut membersamai para siswa selama rangkaian kegiatan, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran tim LAZNAS Al Irsyad yang mau mengajak anak-anak untuk bermain sambil belajar. Ini sangat membantu mereka untuk pulih setelah gempa besar yang terjadi.”

Menurut Yoris, kegiatan seperti ini memberikan suasana berbeda bagi para siswa. Setelah melalui pengalaman bencana, anak-anak membutuhkan ruang untuk kembali beraktivitas dengan tenang dan mendapatkan pengalaman positif bersama teman-teman maupun para pendamping. Karena itu, kegiatan yang memadukan permainan, edukasi, dan kebersamaan dinilai dapat memberikan dukungan bagi proses pemulihan mereka.

Kegiatan trauma healing menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan perbaikan sarana dan prasarana, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak. Sekolah menjadi salah satu ruang penting untuk membantu mereka kembali membangun rasa percaya diri dan menjalani aktivitas secara bertahap.

Scroll to Top